Dengan Buku, Luaskan Mindamu

Rasulullah pernah berkata: "Manusia itu diumpamakan seperti unta. Daripada 100 ekor unta, belum tentu ada seekor yang dapat dijadikan tunggangan". Tidak ada yang lebih baik dari 1000 perkara, melainkan manusia. Biar pun seribu kapal tenggelam di tengah lautan, tetapi cita-cita manusia jangan pernah padamkan.

1.

Kiraan Pelawat

Blog Followers

3.



Jika selama ini khatib Jumaat kerap membawa dan memegang tongkat ketika memberikan khutbah Jumaat, ternyata ada juga khatib yang membawa dan mengacungkan pedang dalam ritual suci mingguan umat Muslim itu.

Hal unik tersebut terjadi di masjid Suleyman Paca (Sulayman Basya) yang terletak di salah satu kawasan wliayah Canakkale (Syanaq Qal'ah), Turki Barat, dan telah menjadi tradisi yang telah turun temurun dan terlestarikan lebih dari 624 tahun.

Di masjid bersejarah dan elok tersebut, dalam setiap khutbah Jumaatnya, sang khatib akan menaiki mimbar sambil membawa pedang, lalu menyampaikan khutbahnya dengan tetap membawa dan sesekali mengacungkan pedangnya.

Syaikh Mehmet Mutlu, imam dan khatib masjid Suleyman Paca mengatakan, tradisi ini telah berjalan turun temurun sejak masa kekhilafahan Uthmaniyyah.

"Dahulu, sewaktu leluhur kami menakluk wilayah Anatolia (Turki sekarang) yang saat itu menjadi jantung imperium Byzantium, mereka menjadikan pedang sebagai senjata mereka. Keadaan perang dan penaklukan menjadi penghias hari-hari, hingga berkhutbahpun dengan membawa pedang," kata Mutlu.

Apakah ini tidak termasuk ke dalam sebuah bid'ah yang sesat?


Nabi Muhammad sendiri pernah melakukan hal ini. "Dalam sebuah hadith, diriwayatkan jika Nabi kita Muhammad pernah berkhutbah sambil menggenggam pedang," kata Mutlu.

Diterangkannya, masjid Suleyman Paca adalah masjid yang pertama kali didirikan di daratan tanah Eropa-Byzantium (mengecualikan Andalusia) sejurust setelah ditaklukannya.

Canakkale sendiri termasuk ke dalam Turki wilayah Eropah. Di tempat ini banyak teriwayatkan lagenda-lagenda dan epik-epik maha dahsyat, salah satunya adalah epik Ksatria Troy yang kini monumen kuda raksasanya diabadikan di wilayah Canakkale dan juga hikayat sultan-sultan Utsmani.

Ada berani ke Khatib di Malaysia lakukan seperti di Turki?

Dermalah seikhlas hati:





Iklan Blog Lain

2.

Tentang Penulis

My Photo
Mahasiswa undang-undang di Universiti Islam Antarabangsa (IIUM) Gombak. Berusia 20 tahun, amat berminat dengan sejarah, isu agama, isu fiqh dan isu politik. Tiada yang lebih bermanfaat, lebih baik berbanding ilmu yang bermanfaat.
Related Posts with Thumbnails